Selasa, 19 September 2017

SEJARAH MUNCULNYA UANG KERTAS

Mereka memulainya dengan emas. Uang kertas ditukar dengan emas. Kemudian datanglah tahun 1933, dimana harusnya kita terbangun untuk melihat permainan mereka. Tapi kita tidak terbangun.

Jadi pada 1944, pada akhir dari perang dunia II, mereka sekarang mengkonsolidasikan sistemnya dengan menciptakan sistem keuangan internasional. Mengkonsolidasikan sistem keuangan internasional yang baru muncul dari persetujuan Bretton Woods di new York. Setiap darul ulum (sekolah) harus mewajibkan siswanya mempelajari kesepakatan Bretton Woods. Kau harus belajar kesepakatan Bretton Woods untuk memahami sistem ekonomi moneter. Sehingga kau bisa memahami topik riba.

Apakah ini diajarkan di darul ulum?. Tidak.
Di Bretton woods, apa yang mereka lakukan?

Mereka berkata,

“TIdak lagi semua uang kertas bisa ditukar dengan emas. Hanya satu uang kertas yang dipilih untuk ditukar uang emas. Uang kertas lainnya tidak.”

Satu-satunya uang kertas yang dipilih adalah dolar AS. Jadi dollar AS dapat ditukar emas tapi tidak dengan pounsterling, dan tidak dengan rupe dari Pakistan, dan tidak dengan rupiahnya Indonesia. tidak dengan dollar Australia. Tidak!. Hanya satu. Jadi ini pukulan telak bagi integritas uang.

Hal kedua yang mereka lakukan adalah mendeklarasikan bahwa satu-satunya orang yang dapat datang ke paman sam untuk menukar uang kertas mereka dengan emas adalah pemerintah. Kau dan aku tidak bisa melakukannya. Hanya pemerintah, hanya bank sentral. Jadi sekarang keseluruhan sistem telah kehilangan 99 persen dari integritasnya. Ia hanya punya 1 persen integritas, dan mereka masih saja makan halwa (manisan). Hanya 1 persen integritas. Pemerintah, bank sentral dapat pergi ke paman sam dengan dollar AS mereka dan meminta emas.

Tidak ada yang melakukannya. Dari 1944 sampai 1971 tidak ada yang melakukannya. Perang Vietnam terjadi diakhir 60-an. Dan paman sam mencetak begitu banyak uang kertas. Begitu banyak uang kertas untuk membayar perang. Dan paman sam tidak punya cukup emas untuk ditukarkan dengan uang kertas itu.

Pada Bretton woods mereka telah menetapkan harga emas menjadi $35 per ons. Tetap!. Ini ada dalam kesepakatan Bretton woods. Paman sam tidak punya emas untuk menukarkan semua uang kertas itu.

Jadi pada September 1971, pemerintah inggris datang pada suatu jumat sore dengan 3 milyar USD dan berkata “Paman sam, kami ingin emasnya.” Paman sam tahu permainannya sedang berjalan. Permainannya sedang berjalan. Karena ketika datang senin pagi, coba tebak siapa yang akan ada di barisan depan?. Arab Saudi. Siapa dibelakang arab Saudi?. Kuwait. Dan barisan negara lainnya dari pemerintah, bank sentral, “kami ingin emasnya.”

Jadi Richard Nixon pergi ke camp david, dan pada minggu dia berpidato pada warga amerika dan berkata, “kami berjanji, tapi kami tidak harus memenuhi janji kami. Kami tidak lagi dalam kewajiban kami di bawah Bretton woods untuk menukarkan uang kertas dengan emas untuk bank sentral.”

Jadi sejak September 1971, ini akan menjadi berita bagi kalian yang asyik makan halwa (manisan). Sejak September 1971, tidak ada ikatan hukum antara uang kertas dengan emas. Ia hilang. Dan sekarang yang harus mereka lakukan. Bagi mereka yang ingin menguasai dunia, yang harus mereka lakukan cukup dengan mengendalikan uang. Siapa saja yang mengendalikan uang bisa menguasai dunia. (disadur dari cermah Syekh Imran Hossein by Moh. Yazid Mubarok)

UANG SUNNAH VS UANG KERTAS : Uang Asli Dan Uang Palsu

Uang yang Sunnah adalah uang dimana nilainya ada pada uang itu.

Seseorang harus mengajarkan ini kepada orang Saudi. Ajarkan pada orang Saudi yang ingin mengajarkan islam keseluruh dunia. Ajarkan pada orang Saudi, nilai dari uangnya ada pada uang itu.

Definisi dari uang kertas adalah nilai dari uangnya tidak lagi pada uangnya. Jadi nilainya bisa diubah. Setiap kali nilainya berubah nilainya jadi turun.

Apa yang terjadi ketika nilai uang turun?

Hal pertama adalah ada perpindahan kekayaan besar-besaran dari masyarakat kepada elit-elit predator. Dimana dalam kasus ini adalah pemerintah (paman sam). Masyarakat kehilangan setengah dari kekayaan mereka. Hampir setengah. Itulah hal pertama yang terjadi ketika nilai dari uang kertas turun.

Apa hal kedua yang terjadi?

Jawabannya adalah ini…

Aku bekerja sepanjang bulan. Aku mendapat gajiku. Berupa emas untuk membeli unta. Membawanya pulang, menyimpannya dibalik bantal. Mengeluarkannya 5 tahun kemudian, dan masih bias membeli unta.10 tahun masih bias membeli unta.

Tapi ketika sekarang gajiku berupa uang kertas. Ia bisa membeli unta. kubawa pulang, ditempatkan di bawah bantal. Beberapa tahun kemudian. Ketika aku mengeluarkannya. Tidak bisa membeli unta lagi. Hanya bias membeli keledai sekarang. Dan sekarang aku mulai merasa seperti keledai (orang bodoh) karena seseorang telah merampasku.

Kemana uangku pergi?
Jika kau bisa menjawab pertanyaan itu. Kemana uangmu pergi?.
Siapa yang mengambil uangmu?.
Dan bagaimana mereka mengambil uangmu?

Maka kau akan mengerti game yang mereka mainkan. Dulu ada orang yang mengerti. Di amerika utara dulu ada seorang ulama islam yang seperti itu. Kemudian mereka membunuhnya. Seorang pria bernama Malcolm x. Dia tidak mendapatkan Ph.D dari Al-Azhar. Tapi dia bisa melihat lebih baik daripada syekh manapun.
Siapa yang merampas uangku?
Dan bagaimana mereka mengambilnya?

Beberapa tahun kemudian aku mengambil uang dari bantalku. Tidak biasa membeli keledai lagi. Hanya bisa membeli kambing. Beberapa tahun kemudian tidak bias membeli kambing lagi. Hanya bisa membeli ayam. Ayam!. Maksudku kau pasti telah makan terlalu banyak halwa(manisan).

Sehingga tidak bisa melihat bahwa ini haram. Perampasan telah terjadi, pencurinya telah mengambil segalanya. Masyarakat kita sekarang dalam kemiskinan mendalam. Kemelaratan, dipenjara dalam kemiskinan.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
 كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا
“Hampir-hampir kefakiran (kemiskinan) itu menjadi kekafiran” (HR. Baihaqi)

Itulah yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Bagaimana ini terjadi?
Untuk mejawab soal tersebut mari kita tengok sejarah munculnya uang kertas, dari sana maka kita akan bisa menjawabnya…bersambung…(disadur dari ceramah Syekh Imran Hossein by Moh. Yazid Mubarok)

Jumat, 15 September 2017

test

asdsafasfasf

Site Search